Kemarin, Dr Hardi ikut dalam penyerahan bantuan Rp 2 T di Mapolda Sumsel. Hardi mengutarakan, bantuan itu bukan kali pertama diberikan oleh keluarga Akidi. Selama pandemi Covid-19 berlangsung keluarga almarhum selalu membantu warga yang terdampak.
Penyerahan sumbangan Akidi Tio berlangsung di Gedung Promoter Polda Sumsel Lantai 3 Jl. Jend. Sudirman KMP, Senin (26/7) siang. Dihadiri Gubernur Sumsel H. Herman Deru, SH., MM, Kapolda Sumsel Irjen Pol Prof Dr Eko Indra Heri S, MM dan Danrem 044/Gapo Brigjen TNI Jauhari Agus Suraji, S.I.P. S.Sos. Acara yang juga disaksikan oleh perwakilan seluruh pemuka agama berlangsung singkat, hanya sekitar setengah jam.
Gubernur Sumsel Herman Deru dalam sambutannya menyatakan sangat terharu kepada kebaikan keluarga Akidi Tio. Dia berharap kebaikan untuk menolong sesama yang membutuhkan menjadi contoh teladan bagi seluruh masyarakat.
Terbelah dua lagi
Sekejap saja cerita sumbangan 2 T itu viral, membuat nama keluarga Akidi Tio terkenal. Jadi bahan pembicaraan luas masyarakat. Seperti biasa, di negeri + 62, masyarakat pun kembali terbelah. Ada yang percaya versus kelompok yang sebaliknya. Yang memicu pertama tentu karena nominal sumbangan.
Siapa Akidi Tio, memang setengah mati melacaknya di google atau wikipedia. Nama – nama anaknya pun yang disebutkan semua sukses sebagai pengusaha, tidak tercantum dalam berita. Andai dapat satu nama saja, mungkin bisa dilacak. Inilah kelemahan wartawan di lapangan, tidak sampai detil menggali bahan.




