Porostimur.com, Tual – Wakil Wali Kota Tual Amir Rumra, menegaskan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam pengelolaan dana haji. Menurutnya, dana yang dihimpun dari masyarakat merupakan amanah umat sehingga harus dikelola secara profesional, hati-hati, dan bertanggung jawab.
Hal tersebut disampaikan Rumra saat menghadiri pembukaan kegiatan Literasi Keuangan Haji yang berlangsung di Aula Balai Kota Tual, Rabu (4/11/2026).
Ia mengatakan, bagi sebagian besar masyarakat, menunaikan ibadah haji bukan sekadar perjalanan ke Tanah Suci, melainkan cita-cita spiritual yang dipersiapkan melalui kesabaran, pengorbanan, dan keikhlasan.
“Dana haji yang dihimpun dari masyarakat harus dikelola dengan penuh kehati-hatian, profesionalisme, dan tanggung jawab,” ujarnya.
Rumra menekankan, setiap rupiah yang disetorkan calon jemaah haji merupakan amanah yang wajib dijaga serta dikelola berdasarkan prinsip syariah, ketentuan peraturan perundang-undangan, dan tata kelola yang baik.
Literasi Keuangan Haji Perlu Diperkuat
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menilai, literasi keuangan haji memiliki peran penting dalam meningkatkan pemahaman masyarakat. Calon jemaah tidak cukup hanya mengetahui tata cara pendaftaran dan memperoleh nomor antrean keberangkatan, tetapi juga perlu memahami mekanisme pengelolaan dana haji, termasuk prinsip investasi dan pengembangannya.









