Ia pun menambahkan bahwa Covid-19 di negeri itu, tidak lagi diklasifikasikan sebagai penyakit berbahaya bagi masyarakat. Sejak awal pandemi, Swedia memang menjadi negara yang kontroversial karena tak melakukan penguncian dan melakukan pendekatan pembatasan sukarela.
Saat ini, bar dan restoran akan diizinkan untuk tetap buka setelah jam 11 malam lagi dan tanpa batasan jumlah tamu. Batas kehadiran untuk tempat-tempat dalam ruangan yang lebih besar juga dicabut, seperti penggunaan tiket masuk vaksin.
Sementara itu, dari data lapangan, rumah sakit Swedia masih merasakan tekanan. Ada sekitar 2.200 orang dengan Covid-19 yang membutuhkan perawatan di rumah sakit per kemarin.
Sebanyak 114 kematian baru juga dilaporkan. Secara total 16.182 orang telah meninggal karena infeksi Covid-19 di negara itu.
“Kita harus memiliki sedikit lebih banyak kesabaran, menunggu setidaknya beberapa minggu lagi. Dan kita cukup kaya untuk terus melakukan pengujian,” kritik profesor virologi di Universitas Umea Swedia, Fredrik Elgh ke pemerintah.
“Penyakit ini masih menjadi beban besar bagi masyarakat,” tegasnya.
Foto: Logo World Health Organization (WHO) (AP Photo/Anja Niedringhaus)
Badan Kesehatan Dunia (WHO) sebenarnya memberi peringatan soal ini. Lembaga PBB itu mengatakan banyak negara belum mencapai puncak kasus varian Omicron Covid-19 itu.











