Porostimur.com, Ambon – Rekrutmen tenaga kerja untuk penempatan pada proyek INPEX di Kabupaten Kepulauan Tanimbar (KKT) mendapat perhatian Anggota DPD RI asal Maluku, Anos Yermias.
Anos mempertanyakan keterlibatan putra-putri Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD) setelah sejumlah informasi lowongan kerja yang beredar mencantumkan persyaratan “penduduk lokal asli Tanimbar” untuk sejumlah posisi.
Lowongan yang dimaksud antara lain Admin SHE, Storeman/Warehouseman, Teknisi Perancah (Scaffolder), Project Admin, dan Teknisi Ledeng (Plumber).
Anos yang juga Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Maluku itu menilai rekrutmen tersebut perlu mendapat penjelasan, terutama karena sebelumnya Pemerintah Provinsi Maluku menyatakan tenaga kerja lokal dari KKT dan MBD menjadi prioritas dalam pengembangan Blok Masela.
Kepala Disnakertrans Maluku M. Rizal Latuconsina sebelumnya menyebut KKT dan MBD ditempatkan sebagai Zona A dalam skema zonasi tenaga kerja yang didorong Pemprov Maluku. Prioritas tersebut tetap harus disertai kompetensi dan sertifikasi sesuai kebutuhan industri.
Anos Minta Skema Rekrutmen Dibuka Transparan
Anos mengatakan, prioritas terhadap masyarakat KKT sebagai daerah lokasi pembangunan fasilitas utama proyek merupakan hal yang dapat dipahami.









