Anos Yermias Pertanyakan Standar Penilaian CELIOS terhadap Kinerja Bahlil Lahadalia

oleh -10 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Golkar Anos Yermias, mempertanyakan standar dan indikator penilaian yang digunakan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam mengevaluasi kinerja para menteri pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Ia berpandangan, evaluasi kinerja menteri perlu mempertimbangkan berbagai aspek, mulai dari persepsi publik, pencapaian program, realisasi anggaran, penerimaan negara, ketahanan energi, hingga dampak kebijakan terhadap masyarakat.

Anos Soroti Capaian Kementerian ESDM

Untuk mendukung pandangannya, Anos mencontohkan capaian sektor energi sepanjang 2025. Berdasarkan laporan resmi Kementerian ESDM, penerimaan negara bukan pajak (PNBP) yang tercatat di kementerian tersebut mencapai Rp138,37 triliun atau 108,56 persen dari target. Sementara itu, rata-rata lifting minyak bumi mencapai 605,3 ribu barel per hari atau 100,05 persen dari target APBN 2025.

Menurut Anos, capaian tersebut patut menjadi salah satu bahan pertimbangan dalam mengevaluasi kinerja kementerian, meskipun masih terdapat sejumlah persoalan dan target yang perlu diperbaiki.

Baca Juga  PMKRI dan Mafindo Perkuat Literasi Digital, Libatkan Kader dan Relawan se-Indonesia

“Saya tidak mengatakan bahwa seluruh kebijakan Bapak Bahlil sudah sempurna. Tentu masih ada kekurangan yang harus diperbaiki. Tetapi capaian yang telah dihasilkan juga tidak boleh diabaikan ketika kita memberikan penilaian terhadap kinerja seorang menteri,” tegasnya.

Anos juga menyoroti keputusan Presiden Prabowo Subianto yang melantik Bahlil sebagai Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi pada 1 Oktober 2026, dengan tetap merangkap jabatan sebagai Menteri ESDM.

No More Posts Available.

No more pages to load.