Anos Yermias Pertanyakan Standar Penilaian CELIOS terhadap Kinerja Bahlil Lahadalia

oleh -40 Dilihat
Anggota DPRD Provinsi Maluku dari Fraksi Partai Golkar Anos Yermias, mempertanyakan standar dan indikator penilaian yang digunakan Center of Economic and Law Studies (CELIOS) dalam mengevaluasi kinerja para menteri pada pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka.

Menurut Anos, penugasan tersebut menunjukkan kepercayaan Presiden kepada Bahlil untuk menangani dua bidang strategis pembangunan nasional. Meski demikian, ia menilai kepercayaan itu harus dibuktikan melalui hasil kerja dan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Bagi saya pribadi, kinerja Bapak Bahlil sangat baik. Saya juga melihat bahwa Presiden masih memberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar kepada beliau. Namun, kepercayaan itu tentu harus terus dijawab dengan capaian dan manfaat nyata bagi rakyat,” ungkapnya.

Minta Metodologi Survei Dijelaskan secara Transparan

Lebih lanjut, Anos meminta CELIOS memberikan penjelasan yang memadai mengenai metode penghitungan skor, karakteristik responden, indikator evaluasi, serta keterbatasan penelitian yang dilakukan.

Ia menilai keterbukaan metodologi penting agar masyarakat dapat memahami makna hasil survei secara tepat dan tidak menyamakannya dengan audit menyeluruh terhadap kinerja kementerian.

“Kalau seorang menteri diberikan skor minus 159, publik perlu memahami apa arti angka tersebut, bagaimana cara menghitungnya, dan aspek kinerja apa saja yang menjadi dasar penilaian. Jangan sampai angka survei dipahami sebagai nilai audit keseluruhan kinerja kementerian, padahal metode pengukurannya berbeda,” ujarnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.