Menurut Anos, penugasan tersebut menunjukkan kepercayaan Presiden kepada Bahlil untuk menangani dua bidang strategis pembangunan nasional. Meski demikian, ia menilai kepercayaan itu harus dibuktikan melalui hasil kerja dan manfaat nyata bagi masyarakat.
“Bagi saya pribadi, kinerja Bapak Bahlil sangat baik. Saya juga melihat bahwa Presiden masih memberikan kepercayaan dan tanggung jawab yang besar kepada beliau. Namun, kepercayaan itu tentu harus terus dijawab dengan capaian dan manfaat nyata bagi rakyat,” ungkapnya.
Minta Metodologi Survei Dijelaskan secara Transparan
Lebih lanjut, Anos meminta CELIOS memberikan penjelasan yang memadai mengenai metode penghitungan skor, karakteristik responden, indikator evaluasi, serta keterbatasan penelitian yang dilakukan.
Ia menilai keterbukaan metodologi penting agar masyarakat dapat memahami makna hasil survei secara tepat dan tidak menyamakannya dengan audit menyeluruh terhadap kinerja kementerian.
“Kalau seorang menteri diberikan skor minus 159, publik perlu memahami apa arti angka tersebut, bagaimana cara menghitungnya, dan aspek kinerja apa saja yang menjadi dasar penilaian. Jangan sampai angka survei dipahami sebagai nilai audit keseluruhan kinerja kementerian, padahal metode pengukurannya berbeda,” ujarnya.









