“Di cuaca panas lebih lama dan suhu yang tinggi akan dibutuhkan varietas yang dapat menyesuaikan dengan kondisi tersebut,” ujarnya.
Selain itu, edukasi terkait pemupukan berimbang juga akan diperkuat sebagai bagian dari upaya peningkatan hasil pertanian.
Agil menambahkan, penguatan jaringan dan identifikasi sumber air menjadi langkah penting dalam menghadapi potensi kemarau panjang.
“Maka penguatan jaringan dan identifikasi terhadap sumber air ini sangat dibutuhkan, misalnya sumur atau embung di titik tertentu yang akan dibutuhkan pada kondisi kemarau panjang nanti,” jelasnya.
Berdasarkan prakiraan iklim, peluang munculnya fenomena El Nino pada pertengahan 2026 cukup tinggi, yang berpotensi memicu kemarau panjang serta menurunkan produktivitas pertanian jika tidak diantisipasi sejak dini.
(Megarivera Renyaan)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com










