Mulai dari perjalanan masa kecil dan keluarga Ratna Sarumpaet, perkenalannya dengan dunia teater, aktivitas pembelaan HAM dan kemanusiaan yang dilakukannya, sampai sepak terjangnya di dunia politik.
CEO RMOL Network Teguh Santosa dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada Ratna Sarumpaet dan keluarga yang mempercayakan penerbitan biografi ini kepada Booknesia.
Sementara Topas Juanda, perwakilan masyarakat Kampung Akuarium di Jakarta Utara, mengatakan, masyarakat mengenal Ratna Sarumpaet sebagai sosok pembela yang tulus dan tidak berpura-pura.
Adalah Ratna Sarumpaet yang pertama kali “meributkan” penggusuran Kampung Akuarium oleh Gubernur DKI Jakarta pada masa itu, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok di tahun 2016 lalu. Setelah Ratna Sarumpaet meributkan penggusuran itu, banyak pihak yang mulai memberikan perhatian.
“Umi (Ratna Sarumpaet) yang kami kenal adalah perempuan tangguh. Beliau juga membantu kami untuk ke pengadilan, sampai meminjamkan uangnya untuk bayar materai dalam surat gugatan,” ujar Topas lagi.
Adapun Jajang C. Noer yang hadir di ruang virtual mengatakan, Ratna Sarumpaet adalah orang yang dialogis tak sungkan menyuarakan hal-hal yang menurutnya tidak sesuai atau tidak berjalan sebagaimana mestinya.




