Porostimur.com, Langgur – Pemerintah Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) mulai mendorong model pengelolaan desa wisata yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi. Melalui penguatan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), pemerintah ingin menjadikan masyarakat sebagai motor utama pengembangan destinasi sekaligus membuka ruang baru bagi pertumbuhan ekonomi lokal.
Konsep tersebut diarahkan untuk menggabungkan kekuatan potensi alam dan budaya dengan teknologi digital, tanpa menghilangkan identitas serta kearifan lokal masyarakat.
Komitmen itu mengemuka dalam sosialisasi bertajuk “Transformasi Tata Kelola Pariwisata Berbasis Komunitas, Teknologi Milenial, dan Potensi Lokal Ohoi Elaar Lamagorang” yang digelar di Ohoi Elaar Lamagorang, Kecamatan Kei Kecil Timur Selatan, Maluku Tenggara, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan tersebut digagas melalui kolaborasi mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) Universitas Gadjah Mada (UGM) bersama masyarakat Ohoi Elaar Lamagorang.
Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Maluku Tenggara Budi Toffi, mengatakan Pokdarwis tidak boleh lagi sekadar diposisikan sebagai kelompok yang mengelola objek wisata.
Lebih dari itu, Pokdarwis harus menjadi penggerak masyarakat, kreator konten digital dan inovator yang mampu menghadirkan pengalaman wisata berkualitas sekaligus berkelanjutan.









