Porostimur.com, Langgur — Dapur Makanan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Yayasan Pelangi Maluku, kembali menjadi sorotan publik. Dapur yang mendominasi distribusi program MBG di Kota Tual dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra) ini dinilai jauh dari standar higienis.
Temuan Menu Berbelatung dan Kurma Berulat
Pada 10 September 2025 lalu, ditemukan menu ayam berbelatung di SMPN 2 Tual. Namun, murid diminta untuk tidak memberitahukan temuan itu.
Terbaru, pada 18 Oktober 2025, seorang orang tua siswa Emily Nene Goce memposting video berdurasi 3 menit 50 detik di Facebook yang memperlihatkan kurma berulat di SD Negeri Inpres Watdek.
“Ini bukan makanan sehat atau gizi, tapi ini makanan baulat, yang punya tugas kasih makanan di SD NEGERI INPRES WATDEK TOLONG, Kamong periksa makanan bae-bae dolo jangan asal kasih,” keluh Emily sambil menunjukkan ulat yang merayap di kurma. Komentar netizen pun ramai menyoroti masalah ini.
Akun @Mochtar Wabula menulis: “Segera konfirmasi ke pihak sekolah supaya pihak sekolah bisa minta pertanggungjawaban dari penyedia MBG, jangan dibiarkan sebelum terjadi hal-hal yang tidak diinginkan. Bagaimana dengan kurma yang dibagikan ke semua siswa?”
Sementara akun @Whita Rumluan Wia menyayangkan kejadian serupa yang menimpa anak-anak mereka.
Kondisi Dapur yang Memprihatinkan
Video sebelumnya yang direkam beberapa bulan lalu memperlihatkan kondisi dapur SPPG di Lorong Citra, Kota Tual, yang memprihatinkan, di mana tumpukan sisa makanan yang tak kunjung dibersihkan, lantai berserakan kulit wortel, serta belatung merayap di dinding dapur
Untuk diketahui, Yayasan Pelangi Maluku yang di pimpin Rosa Pentury ini, menangani dapur SPPG di beberapa wilayah di Maluku dan Papua.
Dapur SPPG Yayasan Pelangi Maluku di Malra melayani 3.943 penerima manfaat, yang terdiri dari 24 sekolah, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, SMA, SLB, bahkan Posyandu.
Dampak dan Kekhawatiran Publik
Temuan ini memantik kekhawatiran orang tua dan masyarakat mengenai kualitas dan keamanan makanan bergizi gratis untuk anak-anak.
Netizen meminta pihak sekolah dan yayasan untuk bertanggung jawab serta memastikan standar kebersihan dan kualitas makanan dipenuhi.
Hingga berita ini diturunkan, unggahan Emily Nene Goce telah mendapatkan 27 like, 26 komentar, 22 dibagikan, dan ditonton 2.988 kali, menandakan perhatian publik yang cukup tinggi terhadap isu ini. (Vera Renyaan)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









