Berniat Calon Bupati, Istri Terdakwa Kasus Korupsi Gelar Halal bi Halal di Sanana

oleh -191 views
Link Banner

@Porostimur.com | Sula : Berniat maju dalam Pilkada Kabupaten Kepulaun Sula 2020 nanti. istri terdakwaa kasus korupsi Bandara Bobong yang juga mantan bupati Kabupaten Kepulauan Sula, Ahmad Hidayat Mus, menggelar acara halal bi halal di kediamannya, Desa Mangon, Kacamatan Sanana, Maluku Utara, Selasa (18/6).

Nurrahmah AHM, mengelar acara halal bihalal sekaligus mendeklarasikan dirinya sebagai bakal calon bupati Kepulauan Sula.

Ketua Panitia Halal bi Halal, Basir Makian, dalam sambutannya, mengajak masarakat sula untuk memilih Nurrohmah sebagai Bupati Kepulauan Sula guna melanjutkan pembangunan yang telah dirintis oleh AHM.

Mantan Ketua DPC Partai Demokrat yang dipecat dan kini hijrah ke Partai Perindo itu mengatakan, dirinya akan berjuang, bahkan nyawanya ia taruhkan untuk memenangkan Nurrrocmah sebagai Bupati Kepsul, Periode 2020 – 2025.

Link Banner

M. Ridwan Sahlan, mantan wakil AHM di periode pertama, dalam sambutannya atas nama sesepuh masarakat Sula, memaparkan prestasi pembangunan Ahmad Hidayat Mus, diantaranya, pembangunan kantor bupati, kantor DPRD, istana daerah dan Masjid Raya Sula.

Baca Juga  Hanya 22 peserta ikuti seleksi MTQ Korpri IV tingkat nasional

Sayangnya, Ridwan melupakan praktek kolusi, korupsi dan nepotisme yang ujungnya membawa AHM menjadi pesakitan dibalik jeruji besi.

Nurrohmah yang tampil percaya diri, di hadapan massa yang memenuhi halaman rumahnya, mengatakan, dirinya telah mendapat restu dari suaminya, AHM untuk maju pada Pilkada 2020 mendatang. Namun Nurrohmah belum menyebut, apa saja partai yang akan mengusung dirinya.

Acara ditutup dengan penyampaian hikmah halal bihalal di oleh, Aa Chandra Taib Lc, serta pembacaan doa oleh, Hi Hasan Pauwah.

Sebagaimana diketahui, mantan Bupati Kepulauan Sula  Ahmad Hidayat Mus divonis 4 tahun penjara oleh majelis hakim pada Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta. Hidayat juga dihukum membayar denda Rp 450 juta subsider 3 bulan kurungan.

Baca Juga  Pengurus JMSI Pusat Sowan Ke Pjs Gubernur Sulut

Hakim menilai perbuatan Ahmad kontra produktif dalam upaya memberantas korupsi. Namun, AHM bersikap sopan dalam persidangan, belum pernah dihukum dan punya tanggungan.

Ahmad Hidayat Mus terbukti merugikan negara dalam pengadaan lahan Bandara Bobong pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Kepulauan Sula tahun 2009, yang mengakibatkan kerugian keuangan negara mencapai Rp 3,4 miliar.

AHM bersama-sama dengan Ketua DPRD Sula Zainal Mus, Hidayat Nahumarury, Ema Sabar, dan Majestisa diduga melakukan proses pengadaan lahan Bandara Bobong tidak sesuai dengan ketentuan.

AHM beberapa kali mencairkan dan menyalurkan anggaran pembebasan tanah lokasi Bandara Bobong di luar peruntukannya. Dalam putusan, hakim juga memerintahkan jaksa mengembalikan kepemilikan tanah yang akan dibangun bandara kepada pemiliknya.

Baca Juga  Sinergitas TNI/Polri Dalam Membantu Warga Terdampak Covid 19 di Kepulauan Tanimbar

Ahmad Hidayat Mus melanggar Pasal 2 ayat 1 jo Pasal 18 ayat 1 huruf b Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat 1 ke-1 dan Pasal 64 ayat 1 KUHP. Atas putus majelis hakim Tipikor tersebut, JPU mengatakan akan mengajukan banding. (raka)

====

Disclaimer:

Redaksi meminta maaf atas kesalahan judul pada berita ini. Sebelumnya tertulis “Terpidana’. Yang benar adalah Terdakwa.