Bukan Mitos! Babirusa Terekam di Pulau Buru

oleh -349 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Babirusa, yang selama ini cuma terekam jejaknya, ternyata betul-betul eksis. Kamera jebak milik Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) berhasil menangkap penampakan utuh babirusa Maluku (Babyrousa babyrussa).

Merujuk akun Instagram Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Sabtu (17/7/2021), babirusa Maluku itu tertangkap kamera di di kawasan Suaka Alam Masbait, Pulau Buru, Maluku. Itu merupakan bukti pertama penemuan atas survei intensif yang dilakukan sejak tahun 1995.

Ya, sejak survei intensif yang dilakukan pada tahun 1995 belum pernah ditemukan babirusa secara langsung, kecuali jejaknya. Pada tahun 1997 ditemukan tengkorak babirusa dari seorang pemburu di sekitar Gunung Kapalat Mada, Pulau Buru. Sehingga terkonfirmasi bahwa Pulau Buru sebagai salah satu habitat babirusa

Baca Juga  Masuk deretan Duta GenRe, Tatipatta apresiasi SMASKris YPKPM Ambon

Tim Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menemukan keberadaan Babirusa Maluku (Babyrousa Babyrussa) melalui foto yang dihasilkan kamera jebak (camera Trap) di kawasan Suaka Alam Masbait, pulau Buru, Maluku.

Kepala Balai KSDA Maluku Danny H Pattipeilohy mengatakan foto yang dihasilkan camera trap membuktikan bahwa satwa Babirusa khususnya di Pulau Buru belum punah.

“Tim Survey Balai KSDA Maluku telah bekerja keras dan tidak berputus asa untuk mendapatkan bukti langsung keberadaan satwa ini dengan terekamnya foto Babirusa oleh kamera jebak. Kami juga ucapkan terima kasih atas dukungan Direktorat Konservasi Keanekaragaman Hayati,” ujar Kepala Balai KSDA MAluku dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (17/7/2021).

Baca Juga  Serahkan SK B1 KWK, PSI Nyatakan Komitmen Usung Usman-Bassam di Pilkada Halsel 2020

Lebih lanjut Kepala Balai KSDA Maluku menjelaskan foto tersebut merupakan bukti pertama penemuan atas survey intensif yang dilakukan sejak tahun 1995.

Sejak survey itu, kata dia, belum pernah ditemukan Babirusa secara langsung kecuali jejaknya, sampai pada tahun 1997 dengan ditemukannya tengkorak Babirusa dari seorang pemburu di sekitar Gunung Kapalat Mada, Pulau Buru.

“Balai KSDA Maluku 2011 sampai 2013 telah melaksanakan survei intensif di kawasan konservasi tetapi belum mendapatkan bukti perjumpaan secara langsung sehingga menjadikan keberadaan Babirusa di Pulau Buru masih dianggap sebagai mitos,” imbuh dia.

Menurut Kepala Balai KSDA Maluku pihaknya akan program kegiatan untuk konservasi Babirusa, khususnya di Pulau Buru, seperti peningkatan patroli pengamanan, penyadartahuan masyarakat serta survey pakan atau habitat. 

Baca Juga  HUT Ambon, Louhenapessy tanam pohon dan kerja bakti di Gereja Maranatha

“Selanjutnya akan direncanakan Selain itu rencananya akan dilaksanakan juga survei monitoring dengan pasang kamera trap di habitat Babirusa lainnyaseperti di P. Mangole

Direktur Konservasi Keanekaragaman Hayati (KKH) KLHK Indra Exploitasia, mengapreiasi atas upaya dan kerja keras Tim Balai KSDA Maluku dalam upaya memperoleh bukti nyata keberadaan Babirusa.

Satwa ini menurutnya merupakan Prioritas Nasional yang dilindungi secara penuh sejak 1931.

“Kami dukung sepenuhnya untuk upaya-upaya konservasi satwa jenis ini yang akan dilakukan oleh Balai KSDA Maluku kedepannya,” tutur dia.