Sementara dirinya lebih memilih Airlangga Hartato untuk melanjutkan tongkat kepemimpinan Ketua Umum DPP Partai Golkar selang 5 tahun kedepan.
”Saya sebagai Ketua Harian DPD PG Buru mendukung ketua yang sekarang, Pak Airlangga. Saya berharap Pak Airlangga yang melanjutkan kepemimpinan ini untuk lima tahun ke depan, karena beliau mampu menjaga marwah partai di tengah-tengah badai yang begitu kuat,” jelasnya.
Dijelaskannya, ada 3 nama yang telah lahir pasca merebaknya badai kepemimpina dalam Partai Golkar, yakni Setya Novanto yang akrab disapa Setnov, Idrus Marhan dan ditambah Airlangga Hartarto.
”Perbedaannya kira-kira di situ. Beliau (Ramli Umasugi-red) mendukung Bamsoet dan saya mendukung Airlangga,” tegasnya.
Menurut politisi yang kerap dispa Nugie ini, dukungan kepada calon Ketua Umum DPP Partai Golkar harus diputuskan dalam rapat pleno, agar tertanggung jawab, bukannya diambil person per person serta mengatasnamakan lembaga.
Apalagi, akunya, di dalam AD/ART Partai Golkar jelas mengatur tentang keputusan untuk mendukung Ketum DPP Partai Golkar dalam Musyawarah nasional (Munas), haruslah melalui mekanisme pleno.
Mirisnya lagi, tegasnya, keputusan tertulis yang diserahkan Umasugi langsung kepada Bamsoet beberapa waktu yang lalu tidak pernah diputuskan dalam rapat.




