Porostimur.com, Jailolo – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Halmahera Barat menggelar Rapat Paripurna Ketiga Masa Persidangan I, Selasa (7/4/2026). Dalam rapat tersebut, Pemerintah Kabupaten Halmahera Barat menyampaikan gambaran kinerja keuangan daerah tahun anggaran 2025.
Dalam forum resmi yang berlangsung di ruang rapat paripurna DPRD Halbar, pemerintah menegaskan komitmen untuk tetap menjaga kualitas pelayanan publik meski menghadapi tantangan fiskal yang tidak ringan.
Ketergantungan Fiskal Masih Tinggi
Wakil Bupati Halmahera Barat, Djufri Muhamad, dalam pidatonya mengungkapkan bahwa realisasi pendapatan daerah tahun 2025 tercatat sebesar Rp1,05 triliun atau 87,82 persen dari target Rp1,19 triliun.
Meski mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, capaian tersebut dinilai sebagai hasil kerja kolektif seluruh perangkat daerah.
Namun demikian, Djufri menyoroti tingginya ketergantungan fiskal terhadap pemerintah pusat. Pendapatan transfer mendominasi dengan kontribusi sekitar Rp1 triliun atau 91 persen dari total pendapatan daerah.
Sementara itu, Pendapatan Asli Daerah (PAD) baru terealisasi sebesar Rp40,6 miliar atau 62,62 persen dari target.
“Fakta ini menunjukkan kontribusi PAD kita masih sekitar 5,4 persen dari total pendapatan. Ini kondisi yang harus kita jawab dengan kerja nyata dan inovasi,” ujarnya.









