Dua Puisi Namira Zifania Aqueena Pelu

oleh -4 Dilihat

Es Batu

Anak batu kucuri dari ibunya
yang bernama ulekan.
Sekantong plastik hitam,
di dalamnya sebungkus air beku.

Tidak lebih keras dari pelipismu,
rapuh jika melawan lidahmu.
Hendak halus kutumbuk,
seperti hatimu sebulan lalu.

Kita semua tahu es batu dingin.
Lama digenggam, merah kulitmu.
Namun katamu, “Lagi dingin hatimu.”
Lama digenggam, memar seluruhmu.

Barangkali sekantong plastik hitam
mendekap, menghalangi mata
melihat sehancur apa di dalamnya
setelah dihantam tak tahu diri.

Serupa perbuatanku sebulan lalu
pada rusukmu yang harum ranum.
Bongkahannya kutuang di gelasku
sebab aku gemar sekali

menegukmu hingga habis.

14 Agustus 2026

===========

Tata Cara Kehilangan

Kita pernah menyepakatinya.
Seutas tali dan belati berbinar
dalam digenggamu tersenyum
Aku tak melihat dan pasrah

Baca Juga  Komisi I DPRD SBB Desak Polda Maluku Benahi Wilayah Hukum di Elpaputih, Tanjung Sial dan Inamosol

Kita pernah menyumpahinya.
Sepasang rok dan dalamannya
di lenganmu yang masam
Aku melenggang dan acuh

Kita pernah merapikannya.
Seekor kucing dan pita merah
di jemarimu yang berbunga
Aku tercabik, lalu memilih hanyut.

Ambon, 5 Agustus 2026

=========

No More Posts Available.

No more pages to load.