“Obat yang tidak ada di RSUD Haulussy karena pihak ketiga tidak bersedia lagi mensuplai ke RSUD Haulussy karena hutang yang belum mampu diselesaikan sampai sekarang,” jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Maluku Yan Aslian Noor menjamin adanya ketersediaan obat di RSUD dr M Haulussy.
Noor mengaku, persoalan obat-obatan di RSUD Haulussy memang pernah terjadi, tetapi telah direspon oleh pemerintah provinsi untuk menyediakan kebutuhan obat bagi RSUD Haulussy.
“Memang dulu persoalan ini ada dan mungkin tidak sempurna tapi buktinya ada bahwa gubernur sudah alokasi anggaran untuk RSUD Haulussy dan obatnya sudah dibeli,” ujarnya.
Dia bahkan menampik informasi adanya kekosongan obat di RSUD dr M Haulussy. Menurut dia, obat selalu tersedia. Bahkan pemprov telah mengalokasikan Rp5 miliar untuk memenuhi kebutuhan obat-obatan dan telah disalurkan ke rumah sakit.
“Rp5 miliar itu memang dialokasikan untuk pemenuhan kebutuhan obat-obatan di RSUD Haulussy dan pengadaan sudah dilakukan,” jelasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










