Fachri mengaku, seratus hari kerja kedepan akan fokus pada pembenahan data secara menyeluruh dan cepat, sesuai dengan pasangan Bupati dan Wakil Bupati yang memiliki slogan “Gerak Cepat” itu.
Lanjutnya, agar seluruh masyarakat kabupaten berjuluk “Ita Wotu Nusa”, yang tersebar diantara 16 kecamatan dan 198 desa ini dapat menikmati pelayanan kesehatan secara gratis.
“Berdasarkan jumlah penduduk yang terdata dari Dinas Capil itu 140.972 jiwa dan jumlah penduduk berdasarkan data BPS Adalh 137.777 jiwa. Artinya masyarakat SBT seharusnya mendapatkan pelayanan gratis namun kenyataan dilapangan masih banyak yang belum tercover. Di 100 hari kerja pertama seluruh masyarakat SBT sudah dapat mengakses pelayanan kesehatan,” tukasnya.
Dia menambahkan, untuk meningkatkan pendapatan asli daerah maka, semua sektor unggulan harus digenjot. Diantaranya kesiapan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD). Hal ini dilakukan agar dapat terlibat dalam pengelolaan PI 10%, sehingga kedepan tidak lagi bergantung pada anak usaha lainnya.
“Pemda SBT akan mendorong keterlibatan BUMD untuk menjadi pertamina kecil dengan cara menjadi pemegang PI 10% secara langsung tanpa melalui anak usaha BUMD Provinsi,” tambahnya. (Iswandi Kelilauw)









