Aku kenang semua guruku
Ibu guruku lebih cantik dari perawan itu
Bapak guruku lebih tampan dari perjaka itu
Walau guru-guruku hanyalah daun pisang
Daun kelapa, ruas bambu, daun mangkok
Maka aku sujud sembah di atas pasir
Kupinta Tuhan berkati guru-guruku
Jangan cuma sampai tujuh turunan
Tetapi selama Bumi masih bernafas
Dan langit masih jadi payung biru
Kini baru aku sadari karya sang seniman agung
Aku lebih cantik dari perawan plastik itu
Aku lebih tampan dari perjaka kaleng-kaleng itu
Aku hanyalah kucing tak bertuan di pantai ini
Tetapi bangsa kucing selalu sembunyikan tinja
Maaf, Tuhan, aku salah
Kukira kau tidak adil
Ampun, Tuhan, aku salah
Kukira aku tidak cantik
Kukira aku tidak tampan
Sio, Tuhan, kalau ada reinkarnasi
Jangan aku jadi perawan plastik
Jangan jadikan aku perjaka kaleng-kaleng
Izinkan aku jadi pisang yang punya jantung
Tetapi daunku rela koyak demi bungkus-bungkus
Sio, Tuhan, aku hanyalah kucing tak bertuan di pantai ini
Tetapi aku anak kandung demonstrasi
Andai kau jadikan aku perawan plastik itu
Andai kau jadikan aku perjaka kaleng-kaleng itu
Aku akan protes kau dalam satu unjuk rasa di surga
Hukunalo, 23 September 2021










