Orang nomor tiga di Pemkab Halbar ini berharap, perhalatan FTJ yang dihelat setahun sekali ini, bukan hanya dijadikan sebagai ajang pertunjukan budaya, tapi juga tentang dialog kesadaran dan memperkuat identitas. Maka, konservasi budaya bukan berarti memfosilkan melainkan menunjukan kembali secara kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
“Saya percaya melalui momentum FTJ, Halbar dan seluruh wilayah teluk Jailolo dapat menjadi model bagi daerah lain. Bahwa pembangunan dan pelestarian budaya bukan dua hal yang bertentangan, melainkan dua kaki yang berjalan bersama menuju masa depan,” ujar Sekda.
Mewakili Bupati, Sekda Halbar diakhir sambutannya mengatakan hormat dan terimakasih kepada seluruh pemuka adat, pemuda kreatif, panitia FTJ dan semua pihak yang telah memberi jiwa pada perhelatan FTJ ini, terutama Kementerian Pariwisata RI.
“Semoga dari rumah sasadu atau rumah budaya, suara kita di hari ini menjangkau dunia, menyampaikan pesan damai, cinta dan pkesan kearifan,” pungkasnya. (Asirun Salim)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News










