Porostimur.com, Tiakur – Operasi pencarian delapan korban hilang akibat tenggelamnya longboat rute Sinairusi–Tepa di Perairan Pulau Dai, Kabupaten Maluku Barat Daya (MBD), memasuki hari keenam, Rabu (17/6/2026). Tim SAR gabungan memperluas wilayah pencarian dengan membagi operasi ke dalam empat sektor pencarian (Search and Rescue Unit/SRU).
Pencarian Diperluas, Libatkan 74 Personel Gabungan
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Ambon, Muhamad Arafah, menjelaskan bahwa operasi hari keenam dimulai pukul 08.00 WIT dengan melibatkan 74 personel dari berbagai unsur.
Tim gabungan terdiri dari Basarnas, TNI, Polri, BPBD, pemerintah kecamatan, tenaga kesehatan, hingga masyarakat setempat. Pembagian sektor dilakukan untuk memaksimalkan jangkauan pencarian di sekitar lokasi kejadian.
SRU I menggunakan kapal KP XVI-2006 milik Ditpolairud Polda Maluku bersama personel Pos SAR Saumlaki untuk menyisir sektor barat laut. Sementara SRU II dan SRU IV mengerahkan sembilan longboat milik masyarakat di sektor barat, dan SRU III menggunakan tiga speedboat untuk menyisir sektor lainnya.
Belum Ditemukan, Cuaca Jadi Kendala
Arafah mengungkapkan bahwa pencarian yang dilakukan sehari sebelumnya, Selasa (16/6/2026), belum membuahkan hasil. Delapan korban masih dinyatakan hilang.
Dari total 10 penumpang longboat, dua orang berhasil selamat setelah berenang menuju Desa Sinairusi saat perahu tenggelam akibat cuaca buruk pada Kamis (11/6/2026).









