Gubernur Sibuk Pencitraan, 1.819 Siswa SMA-SMK di Maluku Utara Putus Sekolah

oleh -197 Dilihat
Di tengah gencarnya pembangunan dan publikasi kinerja Pemerintah Provinsi Maluku Utara di bawah kepemimpinan Gubernur Sherly Tjoanda, persoalan pendidikan justru masih menyisakan angka yang sulit diabaikan. Data Satu Data Maluku Utara tahun 2025 mencatat sebanyak 1.819 siswa jenjang SMA dan SMK mengalami putus sekolah.

Iswan meminta pemerintah memperkuat keberadaan sekolah terbuka, pendidikan kesetaraan, hingga program pelatihan keterampilan yang dapat menjadi alternatif bagi anak-anak yang tidak lagi dapat mengikuti pendidikan formal secara reguler.

Jangan Sampai Kekayaan Alam Tak Sejalan dengan Masa Depan Anak

Maluku Utara dikenal sebagai salah satu daerah dengan kekayaan sumber daya alam yang besar. Aktivitas pembangunan dan ekonomi pun terus bergerak.

Namun, menurut Iswan, kemajuan tersebut semestinya berjalan beriringan dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia.

Jangan sampai kekayaan alam dan pembangunan daerah tumbuh, sementara masih ada anak-anak Maluku Utara yang harus meninggalkan bangku sekolah karena persoalan yang seharusnya dapat diintervensi pemerintah.

“Maluku Utara boleh kaya sumber daya alam dan pembangunan boleh terus berjalan. Tetapi jangan sampai di balik semua itu ada anak-anak kita yang kehilangan masa depan karena putus sekolah,” katanya.

Baca Juga  PMKRI dan Mafindo Perkuat Literasi Digital, Libatkan Kader dan Relawan se-Indonesia

Ia menegaskan, persoalan pendidikan tidak semestinya hanya menjadi bahan laporan tahunan atau angka dalam statistik pembangunan.

Lebih dari itu, pendidikan merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas generasi Maluku Utara di masa mendatang.

Karena itu, pemerintah diminta memastikan kebijakan pendidikan tidak berhenti pada program dan publikasi, tetapi benar-benar menyentuh anak-anak yang berada dalam kondisi paling rentan kehilangan akses pendidikan.

No More Posts Available.

No more pages to load.