SPBU Kamal Diduga Jual BBM ke Pengecer, Disperindag SBB Bakal Panggil Pengelola

oleh -60 Dilihat
Kepala Disperindag SBB Abidin Papalia, memastikan pihaknya akan memanggil pengelola SPBU Kamal untuk meminta penjelasan terkait dugaan penjualan BBM kepada pengecer.

Porostimur.com, Kairatu — Cepat habisnya stok BBM di SPBU Kamal, Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB), mulai menimbulkan pertanyaan di tengah masyarakat.

SPBU yang menjadi salah satu titik layanan BBM bagi masyarakat di wilayah tersebut disebut dapat menerima pasokan Pertamax maupun Pertalite hingga sekitar 5.000 liter dalam sehari.

Namun, stok dalam jumlah tersebut dilaporkan dapat ludes dalam waktu relatif singkat.

Persoalannya bukan semata-mata soal cepat habisnya BBM.

Masyarakat mempertanyakan ke mana aliran BBM tersebut setelah keluar dari SPBU, terutama karena jumlah kendaraan yang mengisi langsung di SPBU Kamal dinilai tidak sebanding dengan cepatnya stok yang tersedia habis.

Dari sinilah muncul dugaan adanya penjualan BBM kepada pengecer.

Baca Juga  Pengadaan Lahan Bandara Dufo Taliabu Dimulai, 110 Hektare Masuk Kawasan Keselamatan Penerbangan

Jika dugaan tersebut terbukti, maka persoalannya tidak lagi sekadar menyangkut kelangkaan BBM di tingkat konsumen, tetapi masuk pada pertanyaan yang lebih serius mengenai mekanisme penyaluran dan pengawasan distribusi BBM di tingkat SPBU.

Stok 5.000 Liter, Cepat Habis dan Muncul Dugaan Penjualan ke Pengecer

Informasi mengenai dugaan penjualan BBM kepada pengecer kini menjadi perhatian masyarakat.

Publik mempertanyakan apakah seluruh BBM yang masuk ke SPBU Kamal benar-benar disalurkan kepada konsumen akhir melalui mekanisme pengisian kendaraan, atau terdapat sebagian volume yang keluar dengan pola penjualan lain.

No More Posts Available.

No more pages to load.