HUT RI ke-73, Kodam Pattimura gelar revitalisasi pantai Teluk Ambon

oleh -51 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Kodam XVI/Pattimura menggelar Kegiatan Karya Bakti Pembersihan Lingkungan Pantai Teluk Ambon, pada Rabu (15/8).

Kegiatan ini merupakan rangkaian kegiatan dalam rangka memperingati HUT Kemerdekaan RI ke-73 tahun 2018.

Guna merealisasikannya, Kodam XVI/Pattimura menggandeng Polda Maluku, Forkopimda Maluku dan instansi terkait lainnya.

Rilis berita yang diterima wartawan dari Penerangan Kodam (Pendam) XVI/Pattimura, Rabu (15/8), menyebutkan kegiatan ini mengusung tema ”Karya Bakti Peduli Lingkungan Revitalisasi Pantai Teluk Ambon Katong Cinta Maluku”.

Karya Bakti ini dibagi dalam 7 sektor/sasaran pembersihan sampah yang dilaksanakan secara serentak.

Yakni sektor 1 dengan titik start SPBU samping Koramil Sirimau hingga pasar ikan Arumbai Mardika, sektor 2 dimulai dari Rumah Sakit Siloam Tantui hingga Puskesmas Hative Kecil, sektor 3 dimulai dari Bank Mandiri Mardika hingga Temrnial Ongko Liong.

Sedangkan sektor 4 dimulai dari Pos-6 Air Salobar hingga Pusat Rujak Tapal Kuda dan sektor 5 dimulai dari Gereja Santo Yoseph Rumah Tiga hingga belakang Pasar Rumah Tiga.

Baca Juga  Kepala DPMPD Halbar: BLT-DD April dan Juni, Disalurkan Langsung Ke Rek Desa

Sedangkan sektor 6 dimulai dari Lapangan Polda Tantui hingga Masjid Kapaha dan sektor 7 dimulai dari Patung Leimena Poka hingga  PLTD Poka.

Revitalisasi pantai dan teluk Kota Ambon ini sendiri melibatkan 7.000 orang personel gabungan TNI, Polri, Pemerintah daerah, BUMN, organisasi masyarakat (ormas), pelajar dan semua Instansi terkait serta komponen masyarakat.

Revitalisasi pantai dan teluk ini diawali dengan briefing oleh para Komandan Sektor yang telah  ditunjuk sebelumnya, kemudian dilaksanakan pembagian kelompok dan sektor kerja.

Sasaran pembersihan lingkungan pantai Teluk Ambon di antaranya sampah organik (limbah botol plastik, gelas plastik, limbah besi, botol kaleng minuman, limbah besi, kantong kresek bekas, ranting-ranting pohon dahan kayu dan sebagainya) serta sampah anorganik (pecahan kaca atau beling, botol minuman mineral, pulpen, kaleng, kain atau baju, besi, bohlam lampu, alat elektronik, kabel, dan ban bekas).

Baca Juga  Soroti masalah kopra, mahasiswa gelar unjuk rasa

Karya Bakti ini diharapkan dapat membentuk pola pikir (mindset) dan perilaku masyarakat untuk tidak membuang sampah ke laut, karena laut merupakan sumber kehidupan bagi masyarakat Maluku.

Masyarakat Kota Ambon juga dihimbau untuk menjaga, memelihara pantai dan laut serta mentaati waktu yang telah ditentukan untuk membuang sampah pada tempatnya. (pt-02)