Impor Maluku Januari-Mei Naik 8,03 Persen

oleh -16 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Maluku mencatat, nilai impor Maluku periode Januari hingga Mei 2021 mencapai USD47,08 juta atau meningkat sebesar 8,03 persen dibanding periode yang sama pada 2020.

“Selama periode Januari-Mei 2021 negara asal impor Maluku adalah Singapura dan Malaysia. Impor terbesar berasal dari Malaysia dengan nilai USD24,90 juta,” kata Koordinator Fungsi Statistik Distribusi BPS Provinsi Maluku Jessica Pupella, melalui keterangan tertulisnya, Senin (5/7/2021).

Ia menjelaskan komoditas impor di Maluku seluruhnya adalah dari sektor minyak dan gas (migas). Pada periode Januari-Mei 2021 seluruh impor adalah komoditi bahan bakar mineral berupa minyak ringan dan preparatnya, bahan bakar motor tanpa timbal dari RON lainnya- tidak dicampur dan minyak bahan bakar.

Baca Juga  Kawasan Kudamati tawuran lagi

Secara kumulatif pada Januari-Mei, volume impor Maluku mencapai 85.980 ton atau turun 29,04 persen dibandingkan periode yang sama pada 2020. “Kontribusi sektor migas sangat dominan pada aktivitas impor Maluku dimana seluruh kegiatan impor berasal dari sektor ini,” ujarnya.

Khusus pada Mei 2021, lanjutnya, BPS mencatat nilai impor Maluku mencapai USD7,01 juta atau turun sekitar 10,77 persen dibanding impor pada April 2021 yang mencapai USD7,85 juta. Menurut Jessica, volume impor Maluku pada Mei 2021 mencapai 12 ribu ton dan mengalami penurunan sekitar 0,70 persen jika dibanding volume impor April 2021.

Jessica mengatakan, pelabuhan bongkar barang impor Maluku pada Mei 2021 hanya pada pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Nilai impor melalui pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada Mei turun 10,77 persen bila dibanding dengan April 2021.

Baca Juga  Calon Ibu Kota Baru, Penajam Paser Utara Rusuh

“Sedangkan impor periode Januari-Mei 2021 senilai USD47,08 juta seluruhnya dilaksanakan di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dan impor pada periode ini mengalami peningkatan sebesar 8,03 persen dibanding periode yang sama pada 2020,” jelasnya.

Ia menambahkan, aktivitas impor di Maluku periode Januari-Mei 2021 sangat bergantung pada negara anggota ASEAN yakni Malaysia dan Singapura. Nilai impor terbesar mencapai USD24,90 juta dari negara Malaysia. “Impor Maluku didominasi oleh Malaysia sebesar 52,90 persen dari total impor,” pungkasnya. (red)