Jessica mengatakan, pelabuhan bongkar barang impor Maluku pada Mei 2021 hanya pada pelabuhan Yos Sudarso Ambon. Nilai impor melalui pelabuhan Yos Sudarso Ambon pada Mei turun 10,77 persen bila dibanding dengan April 2021.
“Sedangkan impor periode Januari-Mei 2021 senilai USD47,08 juta seluruhnya dilaksanakan di pelabuhan Yos Sudarso Ambon, dan impor pada periode ini mengalami peningkatan sebesar 8,03 persen dibanding periode yang sama pada 2020,” jelasnya.
Ia menambahkan, aktivitas impor di Maluku periode Januari-Mei 2021 sangat bergantung pada negara anggota ASEAN yakni Malaysia dan Singapura. Nilai impor terbesar mencapai USD24,90 juta dari negara Malaysia. “Impor Maluku didominasi oleh Malaysia sebesar 52,90 persen dari total impor,” pungkasnya. (red)




