Setelah itu, Inggris tampil lebih solid, baik dalam menyerang maupun bertahan. Pressing tinggi dan ritme permainan yang lebih terorganisir membuat Kroasia kesulitan mengembangkan permainan.
Kemenangan akhirnya disegel oleh Marcus Rashford pada menit ke-85, memastikan tiga poin bagi Inggris.
Bellingham: Ini Jati Diri Kami
Gelandang Inggris, Jude Bellingham, menilai timnya menunjukkan karakter sesungguhnya di babak kedua.
“Babak kedua khususnya, kami menunjukkan jati diri dan tim seperti apa yang kami mau. Saya rasa di babak pertama kami agak gugup dan ragu-ragu,” ujarnya.
Ia juga menyoroti perubahan pendekatan tim setelah jeda.
“Saat memegang bola, kami agak buru-buru tapi di babak kedua, kami menciptakan ritme yang bagus dan Anda melihat versi terbaik kami.”
Menurutnya, intensitas permainan menjadi kunci kebangkitan Inggris.
“Babak kedua itu lebih dari sekadar kelebatan. Level intensitas tanpa bolanya top, pergantian yang hadir luar biasa. Pressing dari depan, kami berhasil dari sana,” tambahnya.
Kemenangan ini menjadi modal penting bagi Inggris untuk melanjutkan perjalanan di fase grup, sekaligus menunjukkan bahwa mereka tetap menjadi salah satu kandidat kuat di turnamen ini.
(red/dts)
Porostimur.com berkomitmen memberikan fakta jernih, terpercaya, dan berimbang. Simak berita dan artikel terbaru kami di: WhatsApp Channel porostimur.com









