“Besoknya saya panggil semua, saya marah, bahwa kalian ini yang pertama masuk neraka. Akhirnya saya bilang, apa pak, bicara dengan saya, mari kita duduk, dan ujungnya damai, di Malino,” sambung dia.
Bantahan Jubir dan Imbauan Lihat Konteks Utuh
Merespons laporan yang dilayangkan DPP GAMKI dkk, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, membantah dugaan penistaan ajaran Kristen.
Husain menyebut postingan video yang viral di media sosial kehilangan konteks utuhnya. Video dimaksud berisi pernyataan JK yang menyebut kedua belah pihak dalam konflik Poso dan Ambon dengan istilah ‘mati syahid’.
“Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,” ujar Husain saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Minggu (12/4) malam.
Ia menjelaskan bahwa pernyataan JK justru menegaskan tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan umatnya untuk saling membunuh.
“Pandangan keliru kedua pihak inilah yang terlebih dahulu diluruskan Pak JK bahwa tidak ada satu pun agama yang membolehkan untuk saling membunuh. Ini disampaikan kepada para panglima perangnya saat itu,” ujarnya.
Sementara itu, pihak pengelola kanal YouTube Masjid Kampus UGM juga memberikan klarifikasi melalui kolom komentar yang disematkan.









