Ini Pernyataan Lengkap JK yang Dipolisikan GAMKI Cs

oleh -565 views
Pernyataan Wakil Presiden RI ke-10 dan ke-12, Jusuf Kalla, dalam ceramahnya di Masjid Kampus UGM kembali menjadi polemik dan berujung pada pelaporan ke kepolisian oleh DPP GAMKI bersama sejumlah organisasi lainnya, setelah potongan ceramah tersebut diedit kemudian disebarkan secara luas di media sosial.

“Besoknya saya panggil semua, saya marah, bahwa kalian ini yang pertama masuk neraka. Akhirnya saya bilang, apa pak, bicara dengan saya, mari kita duduk, dan ujungnya damai, di Malino,” sambung dia.

Bantahan Jubir dan Imbauan Lihat Konteks Utuh

Merespons laporan yang dilayangkan DPP GAMKI dkk, Juru Bicara JK, Husain Abdullah, membantah dugaan penistaan ajaran Kristen.

Husain menyebut postingan video yang viral di media sosial kehilangan konteks utuhnya. Video dimaksud berisi pernyataan JK yang menyebut kedua belah pihak dalam konflik Poso dan Ambon dengan istilah ‘mati syahid’.

“Setelah ditelusuri, tuduhan itu merupakan hasil pemotongan konteks (context cutting). Kami membantah dengan tegas tuduhan itu,” ujar Husain saat dikonfirmasi melalui pesan tertulis, Minggu (12/4) malam.

Ia menjelaskan bahwa pernyataan JK justru menegaskan tidak ada satu pun agama di dunia yang mengajarkan umatnya untuk saling membunuh.

Baca Juga  Pansus DPRD Maluku Minta Ranperda Investasi Berpijak pada Karakter Daerah Kepulauan

“Pandangan keliru kedua pihak inilah yang terlebih dahulu diluruskan Pak JK bahwa tidak ada satu pun agama yang membolehkan untuk saling membunuh. Ini disampaikan kepada para panglima perangnya saat itu,” ujarnya.

Sementara itu, pihak pengelola kanal YouTube Masjid Kampus UGM juga memberikan klarifikasi melalui kolom komentar yang disematkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.