Menurutnya, tak ada keputusan dalam rapat tersebut alias deadlock. sehingga Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini meminta rapat ditunda dan dilanjutkan sehari kemudian.
Namun, kata Gus Ipul, tidak ada kejelasan soal kehadiran ketua umum dan sekjen dalam rapat 25 November. Oleh karena itu, Rais Aam memutuskan untuk menerbitkan surat perintah.
“Ketidakhadiran Ketua Panitia, Ketua Umum dan Sekjen di hari kedua rapat, menjadi petunjuk bahwa di sini terlihat tak ada komitmen menjalankan hasil rapat,” kata Gus Ipul.
Ketua Panitia Daerah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 di Lampung sekaligus Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Lampung, Moh Mukri menyatakan pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah Muktamar NU. Ia mengaku siap menggelar Muktamar bila dimajukan menjadi 17 Desember 2021.
“Terkait pelaksanaan Muktamar NU di Lampung, dari tahun 2020 saja kami siap menjadi tuan rumah,” kata Mukri dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa (30/11).
Minta Muktamar Ditunda 2022
Di sisi lain, sejumlah pengurus NU ingin agar muktamar ditunda hingga akhir Januari 2022. Sembilan kiai sepuh yang berasal dari pelbagai wilayah sepakat agar Muktamar ke-34 NU digelar akhir Januari tahun depan.
Sembilan kiai sepuh NU tersebut antara lain Anwar Mansyur dari Jawa Timur, Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tuanku Bagindo H Muhammad Letter dari Sumatera Barat.




