Internal PBNU Terbelah soal Waktu Muktamar ke-34 di Lampung

oleh -46 views
Link Banner

Porostimur.com, Jakarta – Jadwal Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) di Lampung sampai saat ini masih belum jelas. Muktamar sedianya digelar 23-25 Desember mendatang, namun ditangguhkan imbas pelaksanaan PPKM Level 3 pada libur Perayaan Natal 2021 dan Tahun Baru 2022.

Kondisi ini memancing perbedaan pendapat di internal PBNU soal waktu pelaksanaan muktamar. Satu pihak ingin muktamar maju, pihak lain mendorong muktamar diundur hingga akhir Januari 2022.

Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Miftachul Akhyar ingin memajukan waktu penyelenggaraan muktamar NU ke-34 di Lampung. Ia memilih opsi menggelar muktamar pada 17-19 Desember 2021.

Sebanyak 27 Pengurus Wilayah NU (PWNU) diklaim mendukung muktamar dipercepat pada 17 Desember 2021. Seperti Jawa Timur, Jawa Tengah, Aceh, Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan.

Kemudian Kalimantan Barat, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tenggara, Maluku, Maluku Utara, dan Papua Barat.

Baca Juga  Warga Mangon Melunak dan Terima Pasien Covid-19

Ketua PBNU Saifullah Yusuf atau Gus Ipul menjelaskan kronologi Rais Aam memilih ingin memajukan muktamar NU. Ia menyebut Rais Aam, Katib Aam, Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal PBNU telah menggelar rapat pada 24 November lalu.

Menurutnya, tak ada keputusan dalam rapat tersebut alias deadlock. sehingga Sekretaris Jenderal PBNU Helmy Faishal Zaini meminta rapat ditunda dan dilanjutkan sehari kemudian.

Namun, kata Gus Ipul, tidak ada kejelasan soal kehadiran ketua umum dan sekjen dalam rapat 25 November. Oleh karena itu, Rais Aam memutuskan untuk menerbitkan surat perintah.

“Ketidakhadiran Ketua Panitia, Ketua Umum dan Sekjen di hari kedua rapat, menjadi petunjuk bahwa di sini terlihat tak ada komitmen menjalankan hasil rapat,” kata Gus Ipul.

Ketua Panitia Daerah Muktamar Nahdlatul Ulama ke-34 di Lampung sekaligus Ketua Pengurus Wilayah NU (PWNU) Lampung, Moh Mukri menyatakan pihaknya sudah siap menjadi tuan rumah Muktamar NU. Ia mengaku siap menggelar Muktamar bila dimajukan menjadi 17 Desember 2021.

Baca Juga  Viral Warga Sipil Salah Gunakan Mobil Dinas Fortuner TNI AD

“Terkait pelaksanaan Muktamar NU di Lampung, dari tahun 2020 saja kami siap menjadi tuan rumah,” kata Mukri dalam keterangan resminya yang dikutip Selasa (30/11).

Minta Muktamar Ditunda 2022

Di sisi lain, sejumlah pengurus NU ingin agar muktamar ditunda hingga akhir Januari 2022. Sembilan kiai sepuh yang berasal dari pelbagai wilayah sepakat agar Muktamar ke-34 NU digelar akhir Januari tahun depan.

Sembilan kiai sepuh NU tersebut antara lain Anwar Mansyur dari Jawa Timur, Abuya Muhtadi Dimyati dari Banten, Tuanku Bagindo H Muhammad Letter dari Sumatera Barat.

Kemudian Manarul Hidayat dari Jakarta, Abun Bunyamin dari Jawa Barat, Ahmad Haris Shodaqoh dari Jawa Tengah, Abdul Kadir Makarim dari NTT, Muhsin Abdillah dari Lampung, dan Farid Wajdy dari Kalimantan Timur.

Kesepakatan 9 kiai sepuh itu sudah dibenarkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal PBNU, Ulil Abshar. Ia mengaku telah menerima dokumen kesepakatan dari para kiai sepuh NU tersebut.

Baca Juga  Kylian Mbappe Gagal Eksekusi Penalti, Prancis Disingkirkan Swiss di 16 Besar

“Ya benar, kami telah menerima keputusan tersebut,” kata Ulil kepada CNNIndonesia.com, Kamis (25/11).

Ketua Panitia Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama Imam Aziz mengaku mendukung usulan sembilan kiai sepuh agar gelaran muktamar ditunda hingga akhir 2022.

Pihaknya menilai keputusan untuk menunda muktamar juga terkait dengan persiapan. Menurutnya, waktu terlalu mepet jika muktamar digelar sebelum 23-25 Desember 2021.

“Kita akan lebih senang kalau diundur. Dari sisi persiapan juga memang mepet ya,” kata dia saat dihubungi, Jumat (26/11).

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siradj akan menggelar rapat bersama jajarannya untuk menentukan jadwal pelaksanaan Muktamar ke-34 NU di Lampung pada Selasa (7/12) esok.

“Rapat Harian Syuriyah & Harian Tanfidziyah ini diusulkan diselenggarakan pada Hari Selasa, 7 Desember 2021 di Gedung PBNU, dengan penerapan protokol kesehatan,” kata Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dalam keterangan resmi, Jumat (3/11).

(red/cnn-indonesia)