Porostimur.com, Teheran — Pemerintah Iran mengirim surat resmi kepada Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres, menyampaikan protes atas ancaman invasi militer dari Amerika Serikat (AS). Teheran menegaskan akan merespons secara tegas dan proporsional setiap bentuk agresi militer asing.
Surat yang dikirim melalui Misi Iran untuk PBB itu muncul di tengah kebuntuan negosiasi antara Iran dan AS terkait program nuklir Teheran. Washington menuntut agar Iran segera mencapai kesepakatan, sementara ketegangan militer di kawasan terus meningkat.
Dalam surat tersebut, Iran memperingatkan bahwa “seluruh pangkalan, fasilitas, dan aset kekuatan musuh di kawasan ini akan menjadi target yang sah”, merujuk pada pangkalan militer AS di Timur Tengah.
“Iran akan menganggap setiap tindakan agresi sebagai respons defensif berdasarkan hukum internasional. AS akan memikul tanggung jawab penuh dan langsung atas setiap konsekuensi yang tidak terduga dan tidak terkendali yang timbul dari tindakannya,” demikian isi surat tersebut, seperti dikutip The National, Jumat (20/2/2026).
Soroti Ancaman Trump dan Pangkalan Militer
Iran juga mengutip unggahan Presiden AS Donald Trump pada 18 Februari yang berisi ancaman penggunaan kekuatan jika Iran gagal mencapai kesepakatan dengan Washington.









