Aku Memilih Menunggu
malam datang tanpa mengetuk
menyebut namamu lalu pergi
hal-hal kecil melukaiku pelan
bersama dingin yang tak perlu dijelaskan
saat kusentuh jiwamu
aku tahu akan runtuh
kau setenang teluk yang jauh
indah namun tak berniat
menjadi tempatku berlabuh
pada bintang aku tak lagi bertanya
tentang jawaban yang sudah lebih dulu ada
aku hanya singgah untuk mengerti
bagaimana rasanya berharap
tanpa dimenangkan
aku ingin tinggal di sisimu
namun keinginan pun belajar batas
seperti pantai menunggu laut
dengan jarak yang ia pahami
tanpa menahan arus
kata-kata berhenti di dada
sebab tak semua rindu pantas diucapkan
hari-hari berlalu seperti perahu senja
dan aku tetap di pasir basah
membiarkan jejakmu hilang
jika aku boleh sedikit lebih dekat
biarlah hanya dalam doa
aku tak meminta untuk dipilih
cukup diizinkan tak membencimu
bersamamu aku belajar ikhlas
meski hatiku tak sepenuhnya utuh
aku menjadi pantai yang diam mencintai laut
lalu membiarkannya pergi menjauh
Depok, 29 Januari 2026
===========
Lampu Merah Terakhir
kota menyala seperti luka
kita berjalan tanpa tujuan
lampu merah, aspal basah
namamu berkedip di dadaku
di antara klakson dan sunyi
aku berhenti
kau satu-satunya alamat
yang tak pernah salah
Depok, 29 Januari 2026
=============
Cahaya yang Pernah Memeluk
perjumpaan ini
hanya cahaya yang singgah
Kau titipkan di laut kasih
agar kami sempat saling
mengenal hangat









