Bagi seorang perempuan, menggunakan makeup atau kosmetik pada dasarnya termasuk bagian dari merawat penampilan. Hal ini diperbolehkan secara syariat selama tidak dilakukan dengan berlebihan.
Dalam Islam, berhias bagi perempuan disebut tabarruj. Merujuk buku Fiqh Islam bagi Muslimah Karier karya Rizem Aizid, secara bahasa, tabarruj adalah menunjukkan keindahan tubuh untuk menarik syahwat laki-laki.
Imam Ibnu Mandzur, dalam Lisaan al-Arab juga menyatakan, “Wa al-tabarruj: idzhaarul ma’ati ziinatahaa wa mahaasinahaa lir rijaal tabarruj adalah menampakkan perhiasan dan anggota tubuh untuk menarik perhatian laki-laki non mahram.”
Islam Membolehkan Muslimah Berhias
Allah SWT tidak melarang perempuan untuk menggunakan perhiasan dan memperhatikan penampilan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 32,
قُلْ مَنْ حَرَّمَ زِينَةَ ٱللَّهِ ٱلَّتِىٓ أَخْرَجَ لِعِبَادِهِۦ وَٱلطَّيِّبَٰتِ مِنَ ٱلرِّزْقِ ۚ قُلْ هِىَ لِلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا خَالِصَةً يَوْمَ ٱلْقِيَٰمَةِ ۗ كَذَٰلِكَ نُفَصِّلُ ٱلْءَايَٰتِ لِقَوْمٍ يَعْلَمُونَ
Artinya: Katakanlah: “Siapakah yang mengharamkan perhiasan dari Allah yang telah dikeluarkan-Nya untuk hamba-hamba-Nya dan (siapa pulakah yang mengharamkan) rezeki yang baik?” Katakanlah: “Semuanya itu (disediakan) bagi orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia, khusus (untuk mereka saja) di hari kiamat”. Demikianlah Kami menjelaskan ayat-ayat itu bagi orang-orang yang mengetahui.









