Dalam Tafsir Ibnu Katsir dijelaskan ayat ini merupakan etika yang diperintahkan Allah SWT kepada istri-istri Nabi SAW dan menjadi tuntunan bagi kaum wanita. Allah SWT melarang perempuan berbicara dengan suara yang lemah lembut kepada laki-laki non-mahram karena dapat menimbulkan keinginan buruk bagi orang yang hatinya memiliki penyakit.
Sebaliknya, perempuan dianjurkan menyampaikan perkataan yang baik, pantas, dan tegas. Dengan demikian, ketika berbicara dengan laki-laki lain, hendaknya tidak menggunakan nada suara yang dibuat-buat lembut sebagaimana ketika berbicara dengan suami.
2. Tidak Berlebihan
Islam juga mengajarkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan.
Allah SWT berfirman dalam surah Al-A’raf ayat 31:
۞ يَٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ
Artinya: Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) mesjid, makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.
Prinsip ini dapat menjadi salah satu pertimbangan dalam berhias. Makeup tidak perlu digunakan secara berlebihan hingga mengubah penampilan secara ekstrem atau menjadi sarana untuk menunjukkan kemewahan.









