Menurut dia, terdapat sejumlah BMN yang dilakukan serah terima seperti infrastruktur air minum, rumah susun (rusun) baik di pemerintah daerah (pemda) maupun lembaga pendidikan negeri dan pesantren serta ada juga dari non-Muslim juga seperti krematorium.
Kemudian, terdapat jembatan gantung yang sudah dibangun oleh Kementerian PUPR hampir 600 jembatan gantung, yang mana salah satunya yakni Jembatan Gantung Baleraja, yang berlokasi di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, telah diresmikan.
“Ini semua kita serahkan kembali kepada pemda untuk dipelihara dan dimanfaatkan. Serah terima BMN ini merupakan bentuk akuntabilitas yang sudah dikerjakan oleh Kementerian PUPR atas program dan arahan dari Kemenkeu,” kata Basuki.
Dalam kesempatan sama, Sri Mulyani mengatakan bahwa BMN yang diserahterimakan pada Rabu, termasuk untuk menunjang destinasi pariwisata super prioritas (DPSP) di Labuan Bajo, Danau Toba, Borobudur, Mandalika.
Dan, itu termasuk di dalamnya infrastruktur konektivitas, sumber daya air, permukiman dan perumahan merupakan sebuah upaya pemerintah untuk membangun secara ekosistem dan menciptakan nilai ekonomi dalam rangka pengembangan pariwisata di Indonesia.
BMN lain yang juga sangat penting bagi kegiatan ekonomi seperti bangunan pasar yang direnovasi, kemudian juga kawasan cagar budaya Keraton Mangkunegaran yang kemudian diserahkan kepada Yayasan Mangkunegaran Surakarta.









