“Mereka lakukan sendiri, jadi tanggung sendiri.”
Porostimur.com, Maba — Di sebuah sore yang gerimis di desa Maba Sangaji, jurnalis dari Aliansi Kawal Maba Sangaji mewawancarai Kasman Mahmud, Kepala Desa yang kini menjadi sorotan publik.
Ia berdiri di tengah badai polemik: 11 warganya dikriminalisasi, ditahan atas tuduhan menghalangi aktivitas tambang PT Position di kawasan hutan adat. Namun dari penuturannya, Kasman seolah mengambil jarak dari rakyatnya sendiri.
“Jadi orang ini kan, orang yang berbuat sendiri, dan maka orang itu dapat sendiri,” kata Kasman datar.
“Kalau saya terlibat langsung dengan mereka, saya juga tidak ingin begitu. Karena mereka masuk sendiri, risikonya mereka tanggung sendiri,” imbuhnya.
Tak Mau Ikut Campur

Warga yang kini ditahan diketahui memprotes aktivitas PT Position yang telah masuk ke kawasan hutan adat tanpa persetujuan utuh dari masyarakat.
Mereka melakukan aksi damai, termasuk mengambil kunci kendaraan perusahaan sebagai simbol penolakan. Namun tindakan itu berujung pelaporan ke polisi dan penangkapan.
Ketika ditanya apakah pihak desa mendukung aksi warga, Kasman hanya menjawab normatif.
“Mereka juga punya alasan, katanya lahan mereka dimasuki, dan lingkungan mereka rusak. Tapi kalau soal itu, kami di desa sudah koordinasi dengan perusahaan,” ujarnya.









