Porostimur.com, Jakarta – Sudah pernah mendengar istilah friends with benefits atau FWB? istilah tersebut merupakan sebuah penggambaran hubungan pertemanan antara pria dan wanita yang tidak terikat komitmen tapi dibumbui oleh hubungan intim yang intens atau hubungan seks. Namun, friends with benefits sejatinya tidak melulu dibumbui dengan hubungan seks atau hubungan intim. Bisa hanya sebatas hubungan mesra tanpa adanya komitmen.
Namun, friends with benefits yang memang populer dalam beberapa tahun terakhir ini memanglah bukan sebuah hubungan yang sehat dan memiliki beberapa risiko di dalamnya. Kali ini kita akan merangkum 3 risiko menjalin hubungan ‘friends with benefits’.
1. Risiko Penyakit Menular yang Besar
Hubungan friends with benefits yang seringkali dibumbui hubungan intim atau seks dalam beberapa kasus membuat peluang risiko terjadinya penularan penyakit cukup terbuka lebar. Melansir dari artikel yang terbit dalam “Journal of Art, Humanity and Social Studies”, beberapa penyakit kelamin seperti sifilis, gonore dan herpes dapat menjadi momok bagi orang-orang yang melakukan seks bebas seperti para penganut friends with beneifts tersebut.
Bahkan, kebiasaan berganti-ganti pasangan yang kerap kali dilakukan oleh para penganut friends with benefits juga dapat berisiko menularkan penyakit HIV yang hingga kini belum ditemukan obatnya secara ampuh. Selain penyakit-penyakit di atas, masih banyak pula risiko penularan penyakit atau masalah kesehatan yang disebabkan oleh hubungan friends with benefits.









