Pemkab Halbar juga memastikan kerusakan fasilitas lapangan sepak bola yang menjadi lokasi awal konflik akan ditangani.
Termasuk fasilitas milik panitia penyelenggara turnamen yang mengalami kerusakan.
“Begitu juga panitia penyelenggara sepak bola punya fasilitas rusak akan ditindaklanjuti sesuai kerusakan yang ada,” ujarnya.
Kesepakatan Damai Ditandatangani, Kedua Desa Diminta Jaga Komitmen
Di hadapan pemerintah daerah, TNI dan Polri, kedua pihak kemudian menyatakan kesediaan untuk mengakhiri konflik dan kembali membangun hubungan sosial secara damai.
Kesepakatan tersebut diperkuat dengan penandatanganan nota kesepakatan damai oleh perwakilan kedua belah pihak bersama unsur pemerintah kecamatan dan desa, Bupati Halbar, Kapolres Halbar serta Danyon 732/Banau.
Bupati James Uang meminta deklarasi damai tidak berhenti sebagai seremoni.
Menurutnya, perdamaian harus dijaga melalui komitmen nyata, saling memaafkan serta kepatuhan terhadap hukum.
Ia mengingatkan agar setiap kesepakatan yang telah dibuat tidak kembali dilanggar karena dapat membuka ruang bagi konflik baru.
“Perdamaian harus dirawat bersama agar tidak dilanggar kembali dan membawa kebaikan bagi masyarakat luas,” tandas James.
Deklarasi tersebut menjadi babak baru bagi warga Bataka dan Tuguis setelah konflik yang bermula dari turnamen sepak bola tersebut.









