Londo Ireng dan Ingatan yang Tidak Pernah Mati

oleh -68 Dilihat

Tetapi logika jurnalistik memang selalu berpihak kepada masalah.

Rumah sakit yang bekerja baik setiap hari tidak menjadi berita.

Satu pasien meninggal karena kelalaian menjadi berita.

Pesawat yang mendarat selamat tidak menjadi berita.

Satu kecelakaan menjadi berita.

Bukan karena media membenci rumah sakit atau maskapai.

Melainkan karena masyarakat berhak mengetahui apa yang belum beres.

Pers bukan pembuat kenyataan.

Pers hanya membuka tirai kenyataan.

Pada titik inilah, seorang pemimpin diuji.

Bukan ketika rakyat memuji.

Melainkan ketika rakyat mempertanyakan.

Negarawan tidak membalas kritik dengan stigma.

Ia menjawabnya dengan kerja.

Ia membalasnya dengan data.

Ia memperbaiki kebijakan yang keliru.

Sebab legitimasi kekuasaan tidak lahir dari pidato yang keras.

Baca Juga  PLN Amankan Pasokan Listrik, HUT ke-69 Kota Masohi Berlangsung Meriah Tanpa Gangguan

Ia lahir dari kemampuan menerima kenyataan bahwa tidak semua orang harus bertepuk tangan.

Dan mungkin, di sinilah sejarah sedang tersenyum kecil.

Sebab sejarah selalu mengajarkan satu pelajaran yang sederhana.

Kolonialisme tidak pernah dimulai oleh orang yang gemar mengkritik kekuasaan.

Kolonialisme justru tumbuh ketika kekuasaan mulai percaya bahwa hanya dirinya yang boleh menentukan mana kebenaran, siapa patriot, dan siapa pengkhianat.

Itulah sebabnya istilah londo ireng semestinya diperlakukan dengan kehati-hatian moral.

No More Posts Available.

No more pages to load.