Porostimur.com, Ternate – Anggota Komisi III DPR RI Ecky Awal Mucharam, meminta aparat penegak hukum bersama pemerintah daerah mengkaji penyebab tingginya angka kriminalitas dan peredaran narkotika di Provinsi Maluku Utara. Sorotan itu muncul di tengah laju pertumbuhan ekonomi daerah yang dalam beberapa tahun terakhir tercatat sebagai salah satu yang tertinggi di Indonesia.
Menurut Ecky, pertumbuhan ekonomi yang impresif semestinya berbanding lurus dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat dan membaiknya kondisi keamanan. Namun, fakta di lapangan justru menunjukkan masih tingginya kasus kriminalitas dan penyalahgunaan narkotika, terutama di wilayah-wilayah pertambangan.
Pernyataan tersebut disampaikan Ecky saat rapat kunjungan kerja reses Tim Komisi III DPR RI di Kota Ternate, Kamis (23/7/2026).
Minta APH Teliti Keterkaitan Ekonomi dan Kejahatan
Ecky mendorong Kepolisian Daerah Maluku Utara, Kejaksaan Tinggi Maluku Utara, Badan Narkotika Nasional Provinsi Maluku Utara, serta pemerintah daerah melakukan kajian menyeluruh terhadap kemungkinan adanya hubungan antara pertumbuhan ekonomi dengan meningkatnya angka kejahatan.
Ia mengungkapkan, berdasarkan data statistik, pertumbuhan ekonomi Maluku Utara sepanjang 2021 hingga 2025 berada pada level dua digit dan bahkan pernah menembus angka lebih dari 30 persen. Namun, capaian tersebut perlu dievaluasi untuk memastikan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.









