Tekanan tersebut akhirnya membuahkan hasil menjelang turun minum. Charalampos Kostoulas memperkecil ketertinggalan Brighton setelah pertahanan United gagal mengantisipasi umpan silang dan pergerakan pemain lawan.
Keunggulan dua gol yang semula terasa aman berubah menjadi keunggulan tipis hanya dalam waktu beberapa menit.
Dari Unggul Dua Gol hingga Pertahanan Berantakan
Masuk babak kedua, persoalan United bukannya mereda, tetapi justru semakin terlihat.
Koordinasi antarpemain menurun, sementara sejumlah kesalahan dasar kembali terjadi.
“Memasuki babak kedua, koordinasi antarpemain United justru makin memburuk dan diwarnai serangkaian kesalahan mendasar,” tulis The Athletic.
Gol penyama kedudukan Brighton menjadi contoh paling jelas.
Diogo Dalot gagal melakukan sapuan dengan baik. Bola yang seharusnya dijauhkan dari area berbahaya justru dikirim ke tengah lapangan, tepat menuju ruang yang tidak terlindungi lini belakang United.
Pascal Gross memanfaatkan situasi tersebut untuk mencetak gol penyama kedudukan.
Belum selesai United mencari kembali bentuk permainannya, Brighton kembali menghukum kesalahan pertahanan tuan rumah.
Maxim De Cuyper mencetak gol kemenangan setelah Brighton membangun serangan dengan rangkaian empat operan dari area pertahanannya sendiri.









