“Yang penting customer kita selalu dikomunikasikan mengenai kelebihan atas produk Mazda. Mereka nantilah yang memilih akan kemana, biarkan saja,” kata dia.
Dalam kesempatan serupa, dijelaskan juga bahwa sepanjang kuartal satu tahun ini pencapaian Mazda Indonesia sudah mencapai harapan. Padahal kondisi pasar masih belum menentu karena ada beberapa halangan.
Satu diantaranya, selain pandemi Covid-19 ialah krisis microchip yang pada akhirnya berdampak signifikan terhadap produksi kendaraan dan suplai ke negara-negara yang membutuhkan seperti Indonesia.
“Target kita on track, pure masalah suplai saja sih karena meski SPK itu tinggi tapi tidak ada suplai-nya, tidak bisa jualan juga. Tapi permintaan di pasar domestik tahun ini sangat bagus,” ucap Ricky.
(red/kompas.com)









