Negara Tuvalu Terancam Tenggelam, 42 Persen Warga Ingin Pindah ke Australia

oleh -52 views
Tuvalu, negara pulau di Pasifik selatan yang diprediksi bakal tenggelam akibat perubahan iklim. (YouTube.com/KabarPedia)

Porostimur.com, Funafuti – Lebih dari 4.000 warga negara Tuvalu, atau sekitar 42% dari total populasi negara kecil di Pasifik itu, telah mengajukan visa iklim untuk bermigrasi ke Australia. Lonjakan pengajuan ini terjadi sebagai respons terhadap ancaman nyata kenaikan permukaan laut yang mengancam eksistensi negara tersebut.

Program visa iklim yang ditawarkan oleh pemerintah Australia membuka kuota tahunan bagi 280 warga Tuvalu untuk bermigrasi, sebagai bagian dari perjanjian Falepili Union antara kedua negara. Kesepakatan ini menjadi bentuk kerja sama adaptasi terhadap dampak perubahan iklim yang semakin ekstrem.

Dengan rata-rata ketinggian daratan hanya dua meter di atas permukaan laut, Tuvalu menghadapi ancaman tenggelam dalam beberapa dekade mendatang. Bila tren migrasi terus berlangsung sesuai kuota tahunan dan minat warga tetap tinggi, negara ini bisa kehilangan seluruh penduduknya dalam 35 tahun.

Baca Juga  Soroti Ketimpangan Listrik di KKT dan MBD, Komisi II DPRD Maluku Bakal Panggil PLN
Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe menyampaikan pidato untuk COP-26 sambil berdiri di laut di Funafuti, Tuvalu, 5 November 2021.  - (Antara/Reuters)
Menteri Luar Negeri Tuvalu Simon Kofe menyampaikan pidato untuk COP-26 sambil berdiri di laut di Funafuti, Tuvalu, 5 November 2021. – (Reuters)

Sejak pendaftaran visa dibuka pada pertengahan Juni 2025 melalui sistem undian, sebanyak 1.124 warga telah mendaftarkan diri. Jika dihitung beserta anggota keluarga mereka, jumlah total pemohon mencapai 4.052 orang, berdasarkan data resmi yang diperoleh Kyodo News. Undian ini akan ditutup pada 18 Juli 2025, dan pemohon terpilih dapat melanjutkan ke tahap pengajuan resmi.