Omong Kosong Soal Tarif

oleh -79 views

Oleh: Made Supriatma, Peneliti dan jurnalis lepas. Saat ini bekerja sebagai visiting research dellow pada ISEAS-Yusof Ishak Institute, Singapore

Presiden Indonesia ke Washington D.C. untuk ikut KTT Perdana Board of Peace (BoP). Indonesia ikut sebagai penandatangan pertama BoP ini. Dan, tidak itu saja. Indonesia akan mengirim 8,000 “pasukan perdamaian” ke Gaza. Untuk tahap pertama, 1,000 pasukan akan dikirim April nanti.

Banyak orang mengernyitkan dahi ketika Indonesia dengan sangat antusias ikut BoP. Lembaga ini identik dengan Donald Trump. Dia menjadi ketuanya. Bahkan setelah dia tidak menjadi presiden. Hanya dia yang bisa menunjuk siapa yang bisa menggantikannya.

Megalomaniaknya Donald Trump, semua dari kita sudah tahu. Dia haus kuasa dan suka main ancam. Bahkan sekarang Amerika berantem dengan negara-negara sekutunya. Mulai dari tarif yang dikenakan Trump serampangan hingga ke soal militer.

Negara-negara Eropa dan sekutu-sekutu lainnya mulai jengah. Mereka akhirnya sadar bahwa Trump itu seorang perisak (bully) yang tidak boleh dikasih hati. Kalau Anda mengalah, itu artinya Anda lemah. Itu hukum Trump. Anda harus memperlihatkan Anda kuat.

Baca Juga  Satgas TMMD Ke-127 Kodim 1503/Tual Laksanakan Pengeboran Sumur di Dusun Marbali

Nah, mengapa Indonesia malah mendekat dan bahkan terkesan mau jadi ‘anak baik’ di depan Trump? Presiden kita, tahun lalu bahkan kelihatan memnfasilitasi bisnis keluarga Trump dengan mengatakan ingin bertemu atau menelpon Eric Trump. Atau, Don, Jr.

No More Posts Available.

No more pages to load.