Pada Trump Kita Takluk

oleh -392 views
Made Supriatma

Nah, kembali pada tarif. Persoalannya kemudian adalah: Apakah lebih menguntungkan cepat-cepat tunduk pada permintaan AS ataukah menunggu dan kalau bisa berkoordinasi dengan negara-negara lain?

Indonesia memperlihatkan tingkah laku ‘byayakan’ (istilah Jawa), membuat kesan diterima di mana-mana. Kita pergi ke BRICS, kita ke Russia, kemudian ke Perancis dan bahkan kirim satu delegasi dan pasukan untuk defile di Bastile Day Parade. Seolah-olah menunjukkan bahwa kita bisa tanpa AS. Trump bahkan mengancam 50% tarif untuk negara-negara BRICS.

Kita memang punya politik bebas aktif. Tapi itu bukan berarti bebas dikendalikan dan aktif berteman. Bebas aktif untuk keuntungan maksimal negeri ini.

Akhirnya? Kita takluk pada AS. Saya mengatakan kita takluk. Ada teman pengusaha furniture yang menginformasikan bahwa biar pun hanya 10% tarif, kita tidak bisa bersaing di AS. Marjinnya sudah tipis.

Tarif ini sebenarnya sangat tidak adil dan timpang. Seperti yang saya sebutkan sebelumnya, AS mengekspor jauh lebih banyak jasa ketimbang produk-produk manufaktur. Jasa? Ya. Franchise McDonald, KFC, Pizza Hut, Starbucks, dan lain sebagainya itu. Jika Anda menonton film-film Hollywood, Anda membeli produk Amerika. Jika Anda memakai Google, Micorsoft, Android, Apple, dan lain sebagainya, itu adalah produk Amerika. Bahkan FB yang Anda pakai ini adalah produk Amerika!

No More Posts Available.

No more pages to load.