Doa dan rangkaian misa diiringi paduan suara serta musik organ. Ribuan umat mengikuti perayaan tersebut dari sepanjang kawasan Champs Elysees, sebagian datang bersama keluarga dan anak-anak.
Paus Leo XIV Temui Pengungsi dan Migran
Sebelum memimpin misa, Paus Leo XIV mengunjungi Maison Bakhita, sebuah lembaga yang memberikan pendampingan kepada pengungsi dan migran.
Dalam pertemuan tersebut, Paus menekankan pentingnya membangun kehidupan bersama dengan menjunjung martabat manusia dan perdamaian.
Ia juga menyoroti peran perempuan dalam membangun kehidupan sosial dan peradaban yang berlandaskan kasih.
Kunjungan Paus Leo XIV ke Prancis menjadi lawatan resmi pertama seorang paus ke negara tersebut dalam hampir dua dekade.
Sejumlah umat yang hadir datang dengan tujuan dan latar belakang berbeda.
Aline Riziki, misalnya, mengaku datang untuk melihat Paus sekaligus berdoa bagi perdamaian di Republik Demokratik Kongo, negara asalnya.
“Ini kesempatan sekali dalam sejarah untuk melihat Paus. Saya meninggalkan semuanya untuk datang ke sini dan berdoa bagi perdamaian di wilayah timur negara saya,” katanya.
Sementara Jeanne de Montagnac datang bersama suami dan putrinya yang berusia dua tahun.
“Kami senang, meskipun dia mungkin tidak akan mengingatnya, kami bisa berbagi momen ini bersamanya,” ujar Jeanne.







