Penduduk Yaman Pernah Dipuji Rasulullah SAW, Apa Sebabnya?

oleh -46 Dilihat

Sementara hikmah mencakup ilmu syariat yang dipadukan dengan makrifat kepada Allah, kejernihan mata batin, adab jiwa yang matang, serta kemampuan teguh menahan diri dari hawa nafsu dan kebatilan.

Kecintaan Nabi SAW kepada Yaman tercurah dalam doa yang dipanjatkannya secara khusus, “Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami. Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Yaman kami.” (HR. Bukhari dan Ahmad)

Doa ini menjadi jaminan spiritual bahwa tanah dan masyarakat Yaman senantiasa dinaungi keberkahan di sisi Allah SWT. Selain itu, Rasulullah SAW memberikan kehormatan tertinggi di akhirat kelak.

Dalam hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat Tsauban, Nabi SAW mengabarkan bahwa beliau kelak akan berdiri di samping telaganya, lalu memukul dengan tongkatnya untuk menahan orang lain demi memberi jalan bagi rombongan penduduk Yaman agar dapat meminum air telaga tersebut paling pertama.

2. Pelopor Adab Berjabat Tangan dan Penuntut Ilmu yang Gigih

Tradisi bersalaman atau berjabat tangan yang hari ini menjadi simbol kehangatan sesama muslim ternyata dipelopori oleh masyarakat Yaman. Sahabat Anas bin Malik meriwayatkan sabda Nabi:

Baca Juga  Seminar Internasional FH Unpatti, Ely Toisutta Dorong Penguatan Hak Masyarakat Adat

“Sesungguhnya telah datang kepada kalian penduduk Yaman. Merekalah pelopor pertama dalam hal berjabat tangan.”

Tak hanya ramah, mereka juga haus akan ilmu syariat. Ketika utusan Yaman sowan meminta guru pengajar, Nabi SAW langsung mengutus Abu Ubaidah bin Al-Jarrah seraya menjulukinya sebagai sosok terpercaya umat (amin hadzihil ummah).

No More Posts Available.

No more pages to load.