Prihardito bantah ada pesta narkoba di rudis Kepala BNNP Maluku

oleh -54 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Tertangkapnya oknum anggota Polri dalam pesta narkoba di rumah dinas (rudis) kediaman Kepala Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Maluku, Rabu (8/8), menuai kritikan dari berbagai kalangan.

Laras kritikan publik pun kemudian terarah kepada Kepala BNNP Maluku, Brigjen Pol Rusno Prihardito.

Prihardito yang berhasil dikonfirmasi wartawan, Jumat (10/8), menegaskan sama sekali tak tahu tentang kondisi di dalam rumah dinasnya saat insiden tersebut terjadi.

Pasalnya, dalam kurun sepekan ini ia sendiri sementara menunaikan tugas dinas keluar daerah, tepatnya di Bali dan Jakarta.

Link Banner

”Kami berikan klarifikasi sekaligus penjelasan dan informasi terkait isu yang berkembang seolah-olah rumah dinas Kepala BNNP Maluku jadi sarang pesta narkoba, itu tidak benar dan salah besar,” ujarnya.

Baca Juga  KPK Mulai Korek Rp.18 Miliar, Dana Acara Apel Kebangsaan yang Pakai APBD Jateng

Saat menunaikan tugas keluar daerah ini, akunya, tanggung jawab penuh diserahkan kepada Kepala Bidang Pemberantasan BNNP Maluku selaku pelaksana harian (Plh).

Sebelumnya, jelasnya, ada 2 terduga pernah terendus pihaknya dalam sebuah kasus beberapa waktu lalu.

Kemudian, pihaknya melakukan pengamatan atas perubahan perilaku kepada keduanya dan keduanya menunjukkan adanya perubahan yang signifikan.

”Selanjutnya kegiatan tersebut dilakukan secara gabungan oleh petugas BNNP bersama Ditresnarkoba Polda Maluku. Dan saya mohon maaf pertemuan ini harus dihadiri Kabid Pemberantasan BNNP Maluku. Namun beliau berhalangan karena ada rapat gelar perkara beberapa oknum yang melibatkan personel dari BNNP,” jelasnya.

Menurutnya, yang terjadi pada Rabu (8/8) malam adalah penjemputan 2 anggota Polri yang sedang bertugas di rumah dinas kepala BNNP Maluku.

Baca Juga  Jokowi ungkap rahasia “Kubu-Kubu” Partai Golkar dalam Munaslub

”Peristiwa Rabu (8/10) malam itu adalah penjemputan dua orang oknum yang memang dia berada di rumah saya,” tegasnya.

Diakuinya, ada pengembangan kasus sebelumnya yang tidak diketahui dirinya sama sekali.

Terlebih, kasus dimaksud merupakan hasil pengembangan tim gabungan tadi.

”Jadi hari ini saya sampaikan klarfikasi bahwa tidak ada pesta sabu di rumah dinas Kepala BNNP, itu pasti dan yang terjadi adalah penjemputan dua oknum anggota polisi,” terangnya.

Kedua terduga yang sementara berada di rumah dinas tadi, terangnya, sedang diamati oleh pihaknya.

Dimana, kedua terduga tersebut dimanfaatkan untuk kepentingan penyelidikan, meskipun keduanya bukanlah penyidik.

Selain itu, tambahnya, BNNP Maluku juga berkewenangan melakukan rehabilitasi kepada terduga yang terendus oleh pihaknya.

Baca Juga  Mendekap Patahan Rindu

”Saya juga mendapat informasi penjemputan dari Kabid Pemberantasan BNNP Maluku di saat injuri time. Tetapi tidak diketahui pasti, apakah Kabid ada di lokasi penjemputan bersama tim Ditresnarkoba Polda atau tidak,” pungkasnya. (keket)