Melainkan para pendukung lain yang tidak turun, seperti anak-anak dan wanita yang sekedar datang untuk menyaksikan permainan kedua tim.
Gas tersebut yang diduga menjadi penyebab dari kematian orang-orang di Stadion Kanjuruhan, hingga membuat kepanikan massa suporter.
Di mana, ketika gas terhirup hidung, mulut, atau bahkan mengenai muka, reaksi sesak dan perih akan dialami.
Berdasarkan laporan Dinkes Kabupaten Malang di pukul 11.30 WIB Minggu, 2 Oktober 2022, dikatakan bahwa korban meninggal akibat insiden tersebut mencapai 182 orang atau nyaris terhitung 200. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News




