Rejim Air Keras

oleh -910 views

Apa yang menimpa Munir, sekarang menimpa anggota KontraS yang lain, Andrie. Bedanya adalah Andrie jauh lebih muda ketimbang Munir saat diserang. Memang air keras ini tidak sampai berakibat fatal. Ia hanya akan menjadi pertanda seumur hidup untuk Andrie.

Ia mungkin akan membuat anak-anak muda lain menjadi takut untuk kritis dan bersuara. Mungkin juga tidak. Peristiwa ini, mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk anak-anak muda bahwa perjuangan untuk menegakkan hak-hak asasi manusia, perjuangan meminta keadilan, pertanggungjawaban, persetujuan atas penggunaan uang rakyat, adalah penting untuk kemajuan kita bersama. Bahwa negara kita berdasarkan hukum bukan kekuasaan belaka (masih ingat ada di mana kata-kata ini?).

Kita tidak tahu siapa pelaku dari tindakan biadab ini. Yang pasti adalah para pelakunya hanyalah coro-coro kelas teri. Pasti ada orang-orang kuat dibalik itu. Belum tentu ini dilakukan oleh Pemerintahan Prabowo-Gibran. Boleh jadi, ia dilakukan untuk menciptakan ketidakstabilan pemerintahan Prabowo-Gibran.

Baca Juga  Perkuat Pengawasan Internal, Bupati Malra Lantik Dua Pejabat Inspektorat

Jika demikian halnya, pemerintahan ini harus datang dengan bersih. Segera investigasi kasus ini setuntas-tuntasnya. Seret mereka yang terlibat sampai ke akar-akarnya.

Bisa jadi juga ia dilakukan oleh elemen-elemen yang duduk di dalam rejim. Akibat persaingan di kalangan elitnya. Ini sangat umum terjadi di negeri ini. Seperti kata pepatah Afrika, “Entah gajah itu sedang berkelahi atau bercinta, selalu rumputlah yang menjadi korban.”

No More Posts Available.

No more pages to load.