Republik Kompromikrasi

oleh -20 views

Dan seseorang yang gagal di satu tempat bisa dipromosikan ke tempat lain demi “penyegaran.”

Kita memang kreatif dalam memberi nama pada masalah.

Meritokrasi mahal harganya karena ia menuntut keberanian. Berani menolak titipan. Berani berkata tidak kepada kawan lama.

Berani mengecewakan penyandang dana. Berani menjelaskan kepada pendukung setia bahwa jasa politik tidak otomatis setara dengan kapasitas teknokratis. Berani memilih orang yang tepat meski bukan orang dekat.

Dan keberanian seperti itu jauh lebih langka daripada konferensi pers tanpa pujian diri.

Namun acap yang dipilih yang lebih murah membayar loyalitas daripada menegakkan standar.

Lebih nyaman memilih orang yang bisa diatur daripada orang yang benar-benar ahli. Sebab ahli sering merepotkan.

Mereka punya data. Mereka membawa argumen. Mereka suka bertanya mengapa.
Mereka terkadang menolak perintah yang tidak masuk akal.

Baca Juga  Tanda-tanda Kematian Perubahan dari 100 Hari hingga Sesaat Sebelum Meninggal

Dalam lingkungan yang terbiasa dengan kepatuhan, kompetensi bisa dianggap ancaman.

Itulah sebabnya meritokrasi sering kalah sebelum bertanding.

Padahal rakyat tidak menuntut mukjizat. Rakyat tidak meminta kabinet diisi malaikat. Publik hanya berharap urusan lingkungan ditangani orang yang mengerti lingkungan.

Urusan ekonomi dikelola orang bersih yang paham ekonomi.
Urusan komunikasi diurus orang yang bisa berkomunikasi tanpa membuat kebakaran baru setiap pekan.

No More Posts Available.

No more pages to load.